Salah Pasang AC Bisa Picu Anak Sering Sakit, Ini Penjelasan Medisnya.

  • 27 January 2026

Banyak orang tua memasang AC di rumah dengan tujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi anak. Namun, tanpa disadari, kesalahan dalam proses Pasang AC justru dapat menjadi pemicu anak sering sakit. Dari sudut pandang medis, kualitas udara di dalam ruangan sangat berpengaruh terhadap sistem pernapasan anak yang masih berkembang. Posisi AC yang mengarah langsung ke tubuh anak, suhu yang terlalu dingin, serta sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan iritasi saluran napas, batuk berkepanjangan, hingga pilek yang berulang. Anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang belum sekuat orang dewasa, sehingga perubahan suhu ekstrem di dalam ruangan bisa membuat tubuh mereka sulit beradaptasi. Inilah sebabnya mengapa dokter anak sering menekankan pentingnya pengaturan lingkungan rumah yang sehat, bukan hanya sekadar sejuk.


Secara medis, udara dingin dari AC yang terpasang tidak tepat dapat menyebabkan mukosa hidung dan tenggorokan menjadi kering. Kondisi ini memudahkan virus dan bakteri masuk ke tubuh anak. Kesalahan Pasang AC juga sering menyebabkan sirkulasi udara tidak optimal, sehingga debu, jamur, dan partikel alergen menumpuk di dalam ruangan. Anak yang memiliki riwayat alergi atau asma akan lebih rentan mengalami kekambuhan. Selain itu, filter AC yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang kuman yang tersebar kembali ke udara saat AC dinyalakan. Dari sisi kesehatan, kondisi ini berpotensi menimbulkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang sering dianggap sepele, padahal bisa berulang dan mengganggu aktivitas serta kualitas tidur anak.


Dokter juga menjelaskan bahwa suhu ruangan ideal untuk anak berada di kisaran 24–26 derajat Celsius. Jika Pasang AC dilakukan tanpa memperhatikan kapasitas ruangan dan arah hembusan udara, suhu bisa menjadi terlalu dingin dan tidak stabil. Tubuh anak akan terus bekerja keras menyesuaikan diri, yang lama-kelamaan dapat menurunkan daya tahan tubuhnya. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah terserang flu, batuk, dan demam. Selain itu, udara AC yang terlalu kering dapat menyebabkan kulit anak menjadi kering dan bibir pecah-pecah, terutama pada bayi dan balita. Kondisi ini sering tidak disadari oleh orang tua karena dianggap hal biasa, padahal merupakan sinyal bahwa lingkungan ruangan kurang sehat.


Agar anak tetap sehat, orang tua perlu memahami bahwa Pasang AC bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal kesehatan. Pastikan pemasangan dilakukan oleh teknisi profesional yang memahami posisi ideal, arah hembusan udara, serta kapasitas AC sesuai ukuran ruangan. Selain itu, rutin membersihkan filter dan melakukan perawatan AC sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas udara tetap bersih. Kombinasikan penggunaan AC dengan ventilasi udara yang baik agar pertukaran udara tetap terjadi. Dengan cara ini, orang tua dapat menciptakan lingkungan rumah yang sejuk, nyaman, dan aman bagi kesehatan anak, tanpa harus khawatir anak menjadi sering sakit akibat kesalahan pemasangan AC.